Jakarta, CNBC IndonesiaKorea Utara (Korut) tiba-tiba mengirim delegasinya ke Iran. Ini terjadi di tengah panasnya Teheran dengan Israel.

Mengutip Reuters, kunjungan dilakukan Rabu waktu setempat. Utusan Korut dipimpin langsung menteri kabinet untuk perdagangan internasional.

“Menteri Hubungan Ekonomi Luar Negeri Yun Jong Ho, meninggalkan Pyongyang pada hari Selasa melalui udara memimpin delegasi kementerian untuk mengunjungi Iran,” kata kantor berita Korut, KCNA, dikutip Kamis (25/4/2024).

Hal ini sebenarnya sesuatu yang langka dan jarang terjadi. Namun keduanya negara kerap diyakini memiliki hubungan militer rahasia.

Barat mencurigai keduanya bekerja sama dalam program rudal balistik. Dalam catatan media, AS telah lama menuduh Iran dan Korut bermitra sejak di bidang militer sejak tahun 1980an hingga dekade pertama tahun 2000an.

Jumlah kerja sama diyakini berkurang dalam beberapa tahun terakhir karena sanksi serta perkembangan produksi senjata dalam negeri di kedua negara. Tapi pertemuan terbaru mungkin masih terkait saling tukar keahlian teknis dan komponen yang digunakan dalam pembuatan rudal balistik.

Perlu diketahui, Iran diyakini menyediakan sejumlah besar rudal balistik ke Rusia untuk digunakan dalam perangnya dengan Ukraina. Korut juga disebut memasok rudal dan artileri ke Rusia, meski kedua negara membantah tuduhan tersebut.

“Perang Ukraina telah membuka jalan bagi kerja sama antara Korut dan Iran,” kata seorang profesor peneliti di Universitas Korea, kata Ban Kil Joo dikutip dari Time yang melansir Bloomberg.

“Korut saat ini mengirimkan delegasi ekonomi tetapi ini akan menjadi awal dari kerja sama militer yang lebih luas antara keduanya,” tambahnya.

Sebelumnya, badan mata-mata Korsel mengeluarkan peringatan yang jarang terjadi pekan lalu tentang kerja sama antara Iran dan Korut. Seoul mengatakan ada kemungkinan Pyongyang bisa membantu Iran dalam serangannya terhadap Israel.

Korsel sebelumnya mengatakan senjata Korut telah digunakan oleh Hamas, untuk melawan Israel ketika perang di Gaza berlanjut. Meskipun belum ada tuduhan khusus mengenai transfer senjata baru-baru ini antara Korea Utara dan Iran, ada beberapa hal yang mungkin diinginkan oleh masing-masing pihak.

“Kerja sama militer lebih lanjut antara kedua negara sangat mungkin terjadi,” kata Kim, seorang profesor studi keamanan di Pusat Studi Keamanan Asia-Pasifik Daniel K. Inouye.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Pewaris Kim Jong Un Sudah Diketahui, Ini Dia Sosoknya


(sef/sef)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *